Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Rabu, 11 Januari 2012

Gedung pencakar langit, ciri khas krisis bakal menerjang

LONDON. Barclays Capital melakukan penelitian dan menyimpulkan bahwa pembangunan gedung pencakar langit sangat erat kaitannya dengan pertanda krisis. Menurut Barclays, ada hubungan tidak sehat dalam dua hal ini.
Dua contoh paling nyata adalah pembangunan Gedung Empire State menjelang Amerika mengalami depresi keuangan secara besar dan pendirian Burj Khalifa menjelang Dubai bangkrut.
Dua negara besar yang tengah gencar melakukan pembangunan gedung pencakar langit yaitu China dan India.


"Gedung-gedung pencakar langit di dunia merupakan tren pembangunan gedung tinggi dan menunjukkan alokasi investasi yang salah," ulas analis Barclays Capital.
Fakta sejarah
Bank itu juga mencatat gedung pencakar langit pertama di dunia, Equitable Life di New York, selesai dibangun tahun 1873 dan bersamaan dengan terjadinya resesi selama lima tahun. Equitable dihancurkan pada tahun 1912.
Contoh lain yang diangkat adalah gedung Chicago's Wills Tower yang sebelumnya disebut Sears Tower tahun 1974 yang dibangun pada saat terjadinya guncangan harga minyak dunia.
Kemudian Malaysia, di mana Menara Petronas dibangun tahun 1997 pada saat krisis keuangan Asia.
Temuan ini dapat membuat sejumlah kalangan di London khawatir karena saat ini tengah dibangun gedung Shard, tertinggi di Eropa barat.
"Namun yang perlu dikhawatirkan investor adalah China yang tengah membangun 53% gedung tinggi dunia," jelas Barclays Capital.
Dalam laporan terpisah, JPMorgan Chase mengatakan pasaran properti China berpotensi turun 20% di kota-kota besar dalam waktu 12 sampai 18 bulan mendatang.
Di India, taipan Mukesh Ambani membangun gedung pencakar langit di Mumbai untuk kediaman keluarganya. Gedung tingkat 27 itu diperkirakan merupakan hunian termahal di dunia.
Sejumlah surat kabar menyebutkan gedung itu memerlukan sekitar 600 orang untuk perawatan. Harga kediaman taipan di Mumbai itu diperkirakan lebih dari US$ 1 miliar atau Rp 9 triliun.
"Saat ini, India hanya memiliki dua dari 276 gedung pencakar langit dunia dengan tinggi lebih dari 240 meter, namun dalam lima tahun ke depan, negara itu akan memiliki 14 gedung tinggi baru," prediksi Barclays Capital.
Indeks gedung pencakar langit Barclays Capital diterbitkan setiap tahun sejak 1999.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar